<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4132">
<titleInfo>
<title>PENERAPAN BALUTAN MOIST WOUND DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIBAWA (KTI-P2024)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Moh.Saputra Hamzah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">GORONTALO</placeTerm></place>
<publisher>Poltekkes Kemenkes Gorontalo</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>XII + 31 Halaman + 4 Tabel + 8 Lampiran</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang Masalah : Diabetes Melitus sampai saat ini masih menjadi
permasalahan kesehatan penting di dunia termasuk di Indonesia, karena kasusnya
yang terus terjadi dan mengalami peningkatan. Penyakit ini merupakan penyakit
metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena
kerusakan / defisiensi sekresi insulin, kerusakan respon terhadap hormon insulin
ataupun keduanya Tujuan : Untuk menggambarkan hasil penerapan balutan Moist
Wound dalam penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum di Puskesmas
Tibawa. Metode studi kasus dilakukan dengan cara deskritif,Data dalam penelitian
ini dikumpulkan melalui lembar observasi untuk menggambarkan hasil penerapan
balutan Moist Wound dalam mempercepat penyembuhan luka dengan meliputi
mengevaluasi ukuran luka,kedalaman luka, tepi luka, trowongan pada luka.
Penelitian ini dilakukan selama 6 hari perawatan luka dengan frekuensi ganti
balutan 2 hari sekali pada 3 pasien yang sekaligus menjadi responden yang
mengidap penyakit ulkus Diabetikum untuk menilai penyembuhan luka
menggunakan bates jensen assemnet tool sebelum dan sesudah.. Hasil Setelah
menerapkan balutan moist wound selama satu minggu, keadaan luka pasien yang
sebelumnya mencapai 51 menurun menjadi 42 menandakan penurunan keadaan
luka kearah lebih baik. Kesimpulan Setelah penerapan balutan moist wound, dapat
direkomendasikan menjadi penerapan non farmakologis yang memiliki manfaat
signifikan sebagai perawatan luka dalam menurunkan luka Ulkus Diabetikum.</note>
<subject authority=""><topic>Balutan Moist Wound, Ulkus Diabetikum, Diabetes Me</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO POLTEKKES KEMENKES GORONTALO</physicalLocation>
<shelfLocator>KTI-P2024/HAM/p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">1217-KTI2024-P60</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (DIII KEPERAWATAN)</sublocation>
<shelfLocator>KTI-P2024 HAM p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4256" url="https://drive.google.com/file/d/1qMpk7UtnnVpbwBWIDcJpdSNKvCfSYlyS/view" path="/https://drive.google.com/file/d/1qMpk7UtnnVpbwBWIDcJpdSNKvCfSYlyS/view" mimetype="text/uri-list">PENERAPAN BALUTAN MOIST WOUND DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIBAWA (KTI-P2024)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>4132</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-22 15:43:46</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-22 15:45:35</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>