Detail Cantuman Kembali
GAMBARAN FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO (LTA-G2024)
Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk
terhadapkualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal
sesuai potensi genetiknya. Stunting dapat menghambat proses tumbuh kembang
pada balita.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko kejadian
stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Telaga
Kabupaten Gorontalo.
Metode penelitian yang digunakan penelitian deskriptif yaitu
menggambarkan tentang faktor resiko kejadian stunting pada balita usia 24-59
bulan diwilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo.
Hasil penelitian yaitu dari 84 balita yang mendapatkan ASI eksklusif
sebanyak 42 balita (50%), tidak ASI eksklusif sebanyak 42 balita (50%), berat
badan lahir rendah sebanyak 15 balita (17,9%), berat badan lahir normal sebanyak
69 balita (82,1%), status ekonomi rendah sebanyak 48 responden (57,1%), status
ekonomi lebih sebanyak 36 responden (42,9%),stunting sebanyak 27 balita
(32,1%) dan tidak stunting sebanyak 57 balita (67,9%).
Kesimpulan yaitubalita yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 42
balita (50%), status ekonomi rendah sebanyak 48 responden (57,1%), berat badan
lahir normal 69 balita (82,1%) dan stunting sebanyak 27 balita (32,1%).
Fadliyah Haspit Husain
Fadliyah Haspit Husain - Personal Name
LTA-G2024/HUS/g
NONE
Text
Indonesia
Poltekkes Kemenkes Gorontalo
2024
GORONTALO
Pembimbing Utama Fitri Yani Arbie, S.ST, M.Kes ; Pembimbing Pendamping Mutia Reski Amalia, S.Gz, M.Kes
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
Fadliyah Haspit Husain. (2024).GAMBARAN FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO (LTA-G2024).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






