<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3856">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Variasi Perbandingan Konsentrasi Bentonit dan Kaolin Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Clay Mask Ekstrak Etanol Buah Buni (Antidesma bunius L.) (KTI-F2023)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anggrayni Sagita S. Rauf - 754840120004</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 44 halaman + 8 tabel + 14 gambar + 12 lampira</extent>
</physicalDescription>
<note>Buah buni (Antidesma bunius L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu
senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan berfungsi
menangkal radikal bebas, mencegah rusaknya sel-sel kulit dan mengurangi tanda-tanda
penuaan, seperti keriput dan garis halus maka dari itu dapat dikembangkan kedalam sediaan
Clay Mask.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variarsi perbandingan konsentrasi
bentonit dan kaolin terhadap stabilitas fisik sediaan clay mask.
Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental labolatorium, memformulasikan
sediaan Clay Mask dengan variasi ekstrak etanol buah buni F1 (kaolin 35% : bentonit 0,5%),
F2 (kaolin 25% : bentonit 1%) dan F3 (kaolin 15% : bentonit 1,5%), selanjutnya dilakukan uji
fisik (uji organoleptik dengan skala hedonik 1-5 (sangat tidak suka-sangat suka), uji
homogenitas, uji pH dan uji daya sebar).
Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik, nilai dari segi warna F1-F3 yaitu 3,75,
3,95 dan 4,5, dari segi aroma 4,35, 4,2 dan 4,4, dari segi tekstur yaitu 3,35, 3,55 dan 4,3. Pada
uji homogenitas F1-F3 tidak homogen. Pada uji pH F1-F3 memiliki nilai yaitu 2,6, 2,5 dan 2,7.
Uji daya sebar F1-F3 memiliki nilai 5,3, 5,3 dan 5,9.
Kesimpulan; Sediaan clay mask ekstrak etanol buah buni F3 (kaolin 15% : bentonit 1,5%)
adalah formula terbaik secara fisik.
Kata Kunci: Buah Buni, Clay Mask</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO POLTEKKES KEMENKES GORONTALO</physicalLocation>
<shelfLocator>KTI-F2023/RAU/P</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">62-KTI2023-F06</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (DIII FARMASI)</sublocation>
<shelfLocator>KTI-F2023 RAU P</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3856</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 09:45:05</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 09:46:30</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>