<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3092">
<titleInfo>
<title>Penerapan Pemberian Jus Mentimun Pada Pasien Hipertensi Untuk Penurunan Tekanan Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila *Nurlatifah Zakaria* (KTI-P2021)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nurlatifah Zakaria	751440118089</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">GORONTALO</placeTerm></place>
<publisher>Poltekkes Kemenkes Gorontalo</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv, 39 hlm, Lamp, 30 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang Masalah Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita bukan hanya oleh usia lanjut saja, hipertensi juga menyerang orang dewasa. Di puskesmas Kabila data yang diperoleh pada bulan Desember 2020 penyakit Hipertensi berada diurutan ke dua setelah Diabetes Melitus yaitu sekitar 127 jiwa. Salah satu alternatif pengobatan nonfarmakologis yaitu buah mentimun karena buah mentimun sangat baik dikonsumsi untuk penderita Hipertensi, yaitu karena kandungan air yang tinggi sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan dapat meningkatkan buang air kecil atau BAK. Tujuan: studi kasus ini adalah untuk memberikan penatalaksanaan secara nonfarmakologis pada pasien hipertensi dengan pemeberian jus mentimun, agar dapat diketahui adanya pengaruh jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah di Desa Poowo Barat. Metode: dilakukan secara deskriptif kemudian hasil akan dideskripsikan berdasarkan hasil observasi dan tindakan yang diberikan. Subjek studi kasus ini melibatkan 4 responden di wilayah kerja puskesmas Kabila. Hasilnya: hasil studi kasus menunjukan bahwa  hasil dari keempat responen selama 5 hari mengalami penurunan tekanan darah yaitu dari rata-rata 140-145 mmHg menjadi 120-130 mmhg. Kesimpulan: dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jus mentimun bisa menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila.</note>
<subject authority=""><topic>Hipertensi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Jus Mentimun</topic></subject>
<classification>KTI-P2021</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO POLTEKKES KEMENKES GORONTALO</physicalLocation>
<shelfLocator>KTI-P2021/ZAK/p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">942-KTI2021-P69</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (KARYA TULIS ILMIAH)</sublocation>
<shelfLocator>KTI-P2021 ZAK p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3154" url="https://drive.google.com/drive/u/1/folders/1-h-r6-EA1uk4QgIDRsnr_ZYWcVnBwmHA" path="/https://drive.google.com/drive/u/1/folders/1-h-r6-EA1uk4QgIDRsnr_ZYWcVnBwmHA" mimetype="text/uri-list">Penerapan Pemberian Jus Mentimun Pada Pasien Hipertensi Untuk Penurunan Tekanan Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila *Nurlatifah Zakaria* (KTI-P2021)</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>NURLATIFAH_ZAKARIA.JPG.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3092</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-24 10:22:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-24 10:23:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>