Depkes; " />
Detail Cantuman Kembali

XML

EBOOK 39: BUKU SAKU PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT PEDOMAN BAGI RUMAH SAKIT RUJUKAN TINGKAT PERTAMA DI KABUPATEN/KOTA "


Ucapan terima kasih xiii Sambutan Dirjen Bina Pelayanan Medik xv Sambutan Ketua umum PP IDAI xvii Daftar singkatan xix Bagan 1. Tahapan tatalaksana anak sakit yang dirawat di rumah sakit: Ringkasan elemen kunci xxi BAB 1. TRIASE & KONDISI GAWAT-DARURAT (PEDIATRI GAWAT DARURAT) 1 1.1 Ringkasan langkah penilaian triase gawat darurat dan penanganannya 2 Triase untuk semua anak sakit 4 Talaksana anak yang tersedak 6 Talaksana jalan napas 8 Cara memberi oksigen 12 Tatalaksana posisi untuk anak yang tidak sadar 13 Tatalaksana pemberian cairan infus pada anak syok tanpa gizi buruk 14 Tatalaksana pemberian cairan infus pada anak syok dengan gizi buruk 15 Tatalaksana kejang 16 Tatalaksana pemberian cairan glukosa intravena 17 Tatalaksana dehidrasi berat pada keadaan gawat darurat setelah penatalaksanaan syok 18 1.2 Catatan untuk penilaian tanda kegawatdaruratan dan tanda prioritas 19 1.3 Catatan pada saat memberikan penanganan gawat-darurat pada anak dengan gizi buruk 20 1.4 Beberapa pertimbangan dalam menentukan diagnosis pada anak dengan kondisi gawat darurat 22 1.4.1 Anak dengan masalah jalan napas atau pernapasan berat 22 1.4.2 Anak dengan syok 23 1.4.3 Anak yang lemah/letargis, tidak sadar atau kejang 24 1.5 Keracunan 27 1.5.1 Prinsip penatalaksanaan terhadap racun yang tertelan 28 1.5.2 Prinsip penatalaksanaan keracunan melalui kontak kulit atau mata 30 1.5.3 Prinsip penatalaksanaan racun yang terhirup 31 1.5.4 Racun khusus 31 Senyawa Korosif 31
iv
Senyawa Hidrokarbon 31 Senyawa Organofosfat dan Karbamat 32 Parasetamol 33 Aspirin dan salisilat lainnya 33 Zat besi 34 Karbon monoksida 34 1.5.5 Keracunan makanan 35 1.6. Gigitan ular 37 1.7. Sumber lain bisa binatang 39 BAB 2. PENDEKATAN DIAGNOSIS PADA ANAK SAKIT 43 2.1 Keterkaitan dengan Pendekatan MTBS 43 2.2 Langkah-langkah untuk Mengetahui Riwayat Pasien 43 2.3 Pendekatan pada anak sakit 44 2.4 Pemeriksaan Laboratorium 45 2.5 Diagnosis Banding 45 BAB 3. MASALAH-MASALAH BAYI BARU LAHIR DAN BAYI MUDA 49 3.1 Perawatan rutin bayi baru lahir saat dilahirkan 50 3.2 Resusitasi bayi baru lahir 50 3.3 Perawatan rutin bayi baru lahir sesudah dilahirkan 55 3.4 Pencegahan infeksi bayi baru lahir 56 3.5 Manajemen bayi dengan asfiksia perinatal 56 3.6 Tanda bahaya pada bayi baru lahir dan bayi muda 57 3.7 Infeksi bakteri yang berat 58 3.8 Meningitis 59 3.9 Perawatan penunjang untuk bayi baru lahir sakit 60 3.9.1 Suhu lingkungan 60 3.9.2 Tatalaksana cairan 61 3.9.3 Terapi oksigen 63 3.9.4 Demam tinggi 63 3.10 Bayi berat lahir rendah 63 3.10.1 Bayi dengan berat lahir antara 1750-2499 g 63 3.10.2 Bayi dengan berat lahir < 1750 g 64 3.11 Enterokolitis Nekrotikans 67 3.12 Masalah-masalah umum bayi baru lahir lainnya 68 3.12.1 Ikterus 68 3.12.2 Konjungtivitis 70 3.12.3 Tetanus 70 DAFTAR ISI
v
3.12.4 Trauma Lahir 71 3.12.5 Malformasi kongenital 74 3.13 Bayi-bayi dari ibu dengan infeksi 74 3.13.1 Sifilis kongenital 74 3.13.2 Bayi dari ibu dengan tuberkulosis 75 3.13.3 Bayi dari ibu dengan HIV 75 Dosis obat yang biasa digunakan untuk bayi baru lahir dan bayi berat lahir rendah 76 BAB 4. BATUK DAN ATAU KESULITAN BERNAPAS 83 4.1 Anak yang datang dengan batuk dan atau kesulitan bernapas 83 4.2 Pneumonia 86 4.3 Batuk atau pilek 94 4.4 Kondisi yang disertai dengan wheezing 95 4.4.1 Bronkiolitis 96 4.4.2 Asma 99 4.4.3 Wheezing dengan batuk atau pilek 103 4.5 Kondisi yang disertai dengan stridor 103 4.5.1 Viral croup 104 4.5.2 Difteri 106 4.6 Kondisi dengan batuk kronik 108 4.7 Pertusis 109 4.8 Tuberkulosis 113 4.9 Aspirasi benda asing 119 4.10 Gagal Jantung 121 4.11 Flu burung 123 BAB 5. DIARE 131 5.1 Anak dengan diare 132 5.2 Diare akut 133 5.2.1 Dehidrasi berat 134 5.2.2 Dehidrasi ringan/sedang 138 5.2.3 Tanpa dehidrasi 142 5.3 Diare persisten 146 5.3.1 Diare persisten berat 146 5.3.2 Diare persisten (tidak berat) 150 5.4 Disenteri 152 DAFTAR ISI
vi
BAB 6. DEMAM 157 6.1 Anak dengan demam 157 6.1.1 Demam yang berlangsung lebih dari 7 hari 161 6.2 Infeksi virus dengue 162 6.2.1. Demam Dengue 162 6.2.2. Demam Berdarah Dengue 163 6.3 Demam Tifoid 167 6.4 Malaria 168 6.4.1. Malaria tanpa komplikasi 168 6.4.2. Malaria dengan komplikasi (malaria berat) 170 6.5 Meningitis 175 6.6 Sepsis 179 6.7 Campak 180 6.7.1 Campak tanpa komplikasi 181 6.7.2 Campak dengan komplikasi 181 6.8. Infeksi Saluran Kemih 183 6.9 Infeksi Telinga 185 6.9.1 Otitis Media Akut 185 6.9.2 Otitis Media Supuratif Kronis 186 6.9.3 Otitis Media Efusi 188 6.9.4 Mastoiditis Akut 188 6.10 Demam Rematik Akut 189 BAB 7. GIZI BURUK 193 7.1 Diagnosis 194 7.2 Penilaian awal anak gizi buruk 194 7.3 Tatalaksana perawatan 196 7.4 Tatalaksana Umum 197 7.4.1 Hipoglikemia 197 7.4.2 Hipotermia 198 7.4.3 Dehidrasi 199 7.4.4 Gangguan keseimbangan elektrolit 202 7.4.5 Infeksi 203 7.4.6 Defisiensi zat gizi mikro 204 7.4.7 Pemberian makan awal 205 7.4.8 Tumbuh kejar 211 7.4.9 Stimulasi sensorik dan emosional 214 7.4.10 Malnutrisi pada bayi umur < 6 bulan 214 DAFTAR ISI
vii
7.5 Penanganan kondisi penyerta 215 7.5.1 Masalah pada mata 215 7.5.2 Anemia berat 215 7.5.3 Lesi kulit pada kwashiorkor 216 7.5.4 Diare persisten 216 7.5.5 Tuberkulosis 217 7.6 Pemulangan dan tindak lanjut 217 7.7 Pemantauan dan evaluasi kualitas perawatan 219 7.7.1 Audit mortalitas 219 7.7.2 Kenaikan berat badan selama fase rehabilitasi 219 BAB 8. ANAK DENGAN HIV/AIDS 223 8.1 Anak sakit dengan tersangka infeksi HIV atau pasti infeksi HIV 224 8.1.1 Diagnosis klinis 224 8.1.2 Konseling 225 8.1.3 Tes dan diagnosis infeksi HIV pada anak 227 8.1.4 Tahapan klinis 229 8.2 Pengobatan Anti Retroviral (Antiretroviral therapy= ART) 231 8.2.1 Obat Antiretroviral 232 8.2.2 Kapan mulai pemberian ART 233 8.2.3 Efek samping ART dan pemantauan 234 8.2.4 Kapan mengubah pengobatan 237 8.3 Penanganan lainnya untuk anak dengan HIV-positif 238 8.3.1 Imunisasi 238 8.3.2 Pencegahan dengan Kotrimoksazol 238 8.3.3 Nutrisi 240 8.4 Tatalaksana kondisi yang terkait dengan HIV 240 8.4.1 Tuberkulosis 240 8.4.2 Pneumocystis jiroveci pneumonia (PCP) 241 8.4.3 Lymphoid interstitial Pneumonitis 241 8.4.4 Infeksi jamur 242 8.4.5 Sarkoma Kaposi 243 8.5 Transmisi HIV dan menyusui 243 8.6 Tindak lanjut 244 8.7 Perawatan paliatif dan fase terminal 245 DAFTAR ISI
viii
BAB 9. MASALAH BEDAH YANG SERING DIJUMPAI 251 9.1 Perawatan pra-, selama dan pasca-pembedahan 251 9.1.1 Perawatan pra-pembedahan (Pre-operative care) 251 9.1.2 Perawatan selama pembedahan (Intra-operative care) 254 9.1.3 Perawatan pasca-pembedahan (Post-operative care) 256 9.2 Masalah pada bayi baru lahir 259 9.2.1 Bibir sumbing dan langitan sumbing 259 9.2.2 Obstruksi usus pada bayi baru lahir 260 9.2.3 Defek dinding perut 261 9.3 Cedera 262 9.3.1 Luka Bakar 262 9.3.2 Prinsip perawatan luka 266 9.3.3 Fraktur 268 9.3.4 Cedera kepala 272 9.3.5 Cedera dada dan perut 272 9.4 Masalah yang berhubungan dengan abdomen 273 9.4.1 Nyeri abdomen 273 9.4.2 Apendistis 274 9.4.3 Obstruksi usus pada bayi dan anak (setelah masa neonatal) 275 9.4.4 Intususepsi 276 9.4.5 Hernia umbilikalis 277 9.4.6 Hernia inguinalis 277 9.4.7 Hernia inkarserata 278 9.4.8 Atresia Ani 278 9.4.9 Penyakit Hirschsprung 279 BAB 10. PERAWATAN PENUNJANG 281 10.1 Tatalaksana Pemberian Nutrisi 281 10.1.1 Dukungan terhadap pemberian ASI 282 10.1.2 Tatalaksana Nutrisi pada Anak Sakit 288 10.2 Tatalaksana Pemberian Cairan 293 10.3 Tatalaksana Demam 294 10.4 Mengatasi Nyeri/Rasa Sakit 295 10.5 Tatalaksana anemia 296 10.6 Transfusi Darah 298 10.6.1 Penyimpanan darah 298 10.6.2 Masalah yang berkaitan dengan transfusi darah 298 10.6.3 Indikasi pemberian transfusi darah 298 10.6.4 Memberikan transfusi darah 298 DAFTAR ISI
ix
10.6.5 Reaksi yang timbul setelah transfusi 300 10.7 Terapi/pemberian Oksigen 302 10.8 Mainan anak dan terapi bermain 305 BAB 11. MEMANTAU KEMAJUAN ANAK 311 11.1 Prosedur Pemantauan 311 11.2 Bagan Pemantauan 312 11.3 Audit Perawatan Anak 312 BAB 12. KONSELING DAN PEMULANGAN DARI RUMAH SAKIT 315 12.1 Saat Pemulangan dari rumah sakit 315 12.2 Konseling 316 12.3 Konseling nutrisi 317 12.4 Perawatan di rumah 318 12.5 Memeriksa kesehatan ibu 319 12.6 Memeriksa status imunisasi 319 12.7 Komunikasi dengan petugas kesehatan tingkat dasar 322 12.8 Memberikan perawatan lanjutan 322 BACAAN PELENGKAP 325 LAMPIRAN 329 LAMPIRAN 1. Prosedur Praktis 329 A1.1 Penyuntikan 331 A1.1.1 Intramuskular 331 A1.1.2 Subkutan 332 A1.1.3 Intradermal 332 A1.2 Prosedur Pemberian Cairan Parenteral 334 A1.2.1 Memasang kanul vena perifer 334 A1.2.2 Memasang infus intraoseus 336 A1.2.3 Memasang kanul vena sentral 338 A1.2.4 Memotong vena 339 A1.2.5 Memasang kateter vena umbilikus 340 A1.3 Memasang Pipa Lambung (NGT) 341 A1.4 Pungsi lumbal 342 A1.5 Memasang drainase dada 344 A1.6 Aspirasi suprapubik 346 A1.7 Mengukur kadar gula darah 347 DAFTAR ISI
x
LAMPIRAN 2: Dosis obat 351 LAMPIRAN 3: Ukuran peralatan yang digunakan untuk anak 373 LAMPIRAN 4: Cairan infus 375 LAMPIRAN 5: Melakukan penilaian status gizi anak 377 LAMPIRAN 6: Alat Bantu dan Bagan 387 LAMPIRAN 7: Beda antara Adaptasi Indonesia dan Buku Asli WHO 389 Indeks 399 DAFTAR BAGAN Bagan 1 Tahapan tatalaksana anak sakit yang dirawat di rumah sakit: Ringkasan elemen kunci xxi Bagan 2 Triase untuk Semua Anak Sakit 4 Bagan 3 Tatalaksana untuk Anak Tersedak 6 Bagan 4 Penatalaksanaan Jalan Napas 8 Bagan 5 Cara Memberi Oksigen 12 Bagan 6 Tatalaksana Posisi untuk Anak yang Tidak Sadar 13 Bagan 7 Tatalaksanaan Pemberian Cairan Infus pada Anak Syok Tanpa Gizi Buruk 14 Bagan 8 Tatalaksana Pemberian Cairan Infus pada Anak yang Syok Dengan Gizi Buruk 15 Bagan 9 Tatalaksana Kejang 16 Bagan 10 Tatalaksana Pemberiaan Cairan Glukosa Intravena 17 Bagan 11 Tatalaksana Dehidrasi Berat pada Keadaan Gawat Darurat Setelah Penatalaksanaan Syok 18 Bagan 12 Resusitasi Bayi Baru Lahir 51 Bagan 13 Alur deteksi dini pasien Avian Influenza (Flu Burung) 128 Bagan 14 Rencana Terapi C: Penanganan Dehidrasi Berat dengan Cepat 137 Bagan 15 Rencana Terapi B: Penanganan Dehidrasi Sedang/Ringan dengan Oralit 141 Bagan 16 Rencana Terapi A: Penanganan Diare di Rumah 145 Bagan 17 Anjuran Pemberian Makan Selama Anak Sakit dan Sehat 291 DAFTAR TABEL Tabel 1 Diagnosis Banding Anak dengan Masalah Jalan Napas atau Masalah Pernapasan yang Berat 24 Tabel 2 Diagnosis Banding pada Anak dengan Syok 25 Tabel 3 Diagnosis Banding pada Anak dengan Kondisi Lemah/Letargis, Tidak Sadar atau Kejang 27 DAFTAR ISI
xi
Tabel 4 Diagnosis Banding pada Bayi Muda (kurang dari 2 bulan) yang Mengalami Lemah/Letargis, Tidak Sadar atau Kejang 28 Tabel 5 Dosis Arang Aktif 30 Tabel 6 Pengobatan Ikterus yang Didasarkan pada Kadar Bilirubin Serum 69 Tabel 7 Diagnosis Banding Trauma Lahir Ekstrakranial 72 Tabel 8 Diagnosis Banding Anak Umur 2 bulan – 5 tahun yang datang dengan Batuk dan atau Kesulitan Bernapas 85 Tabel 9 Hubungan antara Diagnosis Klinis dan Klasifikasi-Pneumonia (MTBS) 87 Tabel 10 Diagnosis Banding Anak dengan Wheezing 97 Tabel 11 Diagnosis Banding Anak dengan Stridor 104 Tabel 12 Diagnosis Banding Batuk Kronik 109 Tabel 13 Sistem Skoring Gejala dan Pemeriksaan Penunjang TB Anak 115 Tabel 14 Dosis KDT (R75/H50/Z150 dan R75/H50) pada Anak 117 Tabel 15a Dosis OAT Kombipak-fase-awal/intensif pada Anak 118 Tabel 15b Dosis OAT Kombipak-fase-lanjutan pada Anak 118 Tabel 16 Bentuk Klinis Diare 133 Tabel 17 Klasifikasi Tingkat Dehidrasi Anak dengan Diare 134 Tabel 18 Pemberian Cairan Intravena bagi Anak dengan Dehidrasi Berat 135 Tabel 19 Diet untuk Diare Persisten, Diet Pertama: Diet yang Banyak Mengandung Pati (starch), Diet Susu yang Dikurangi Konsentrasinya (rendah laktosa) 149 Tabel 20 Diet untuk Diare Persisten, Diet Kedua: Tanpa Susu (bebas laktosa) Diet dengan rendah pati (starch) 149 Tabel 21 Diagnosis Banding untuk Demam Tanpa Tanda Lokal 159 Tabel 22 Diagnosis Banding untuk Demam yang Disertai Tanda Lokal 160 Tabel 23 Diagnosis Banding Demam dengan Ruam 161 Tabel 24 Diagnosis Banding Tambahan untuk Demam yang Berlangsung > 7 hari 161 Tabel 25 Tatalaksana Demam Reumatik Akut 191 Tabel 26 Tatalaksana Anak Gizi Buruk (10 Langkah) 197 Tabel 27 Jumlah F-75 per kali makan (130 ml/kg/hari) untuk Anak tanpa Edema 206 Tabel 28 Jumlah F-75 per kali makan (100ml/kg/hari) untuk Anak dengan Edema Berat 207 Tabel 29 Petunjuk Pemberian F-100 untuk Anak Gizi Buruk Fase Rehabilitasi 212 Tabel 30 Sistem Tahapan Klinis HIV pada Anak menurut WHO yang Telah Diadaptasi 229 Tabel 31 Penggolongan Obat ARV yang Direkomendasikan untuk Anak di fasilitas dengan Sumber Daya Terbatas 233 DAFTAR ISI
xii
Tabel 32 Kemungkinan Rejimen Pengobatan Lini Pertama untuk Anak 233 Tabel 33 Rangkuman Indikasi untuk Inisiasi ART untuk Anak, Berdasarkan Tahapan Klinis 235 Tabel 34 Efek Samping yang umum dari Obat ARV 236 Tabel 35 Definisi Klinis dan CD4 untuk Kegagalan ART pada Anak (setelah pemberian obat ARV ≥ 6 bulan) 237 Tabel 36 Ukuran Pipa Endotrakea Berdasarkan Umur Pasien 255 Tabel 37 Volume Darah Berdasarkan Umur Pasien 256 Tabel 38 Denyut Nadi dan Tekanan Darah Normal pada Anak 257 Tabel 39 Kebutuhan Cairan Rumatan 293 Tabel 40 Jadwal Imunisasi yang Direkomendasikan oleh IDAI tahun 2008 320 Tabel 41a Jadwal Imunisasi Nasional (Depkes) bagi Bayi yang Lahir di Rumah 321 Tabel 41b Jadwal Imunisasi Nasional (Depkes) bagi Bayi yang Lahir di RS/RB 321 Tabel 42a Z-Score BB/PB Anak Umur 0-2 Tahun Menurut Gender 379 Tabel 42b Z-Score BB/TB Anak Umur 2-5 Tahun Menurut Gender
Depkes - Personal Name
610.73/DEP/b
610.73/DEP/b
E-BOOK
Indonesia
World Health
2005
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
Depkes. (2005).EBOOK 39: BUKU SAKU PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT PEDOMAN BAGI RUMAH SAKIT RUJUKAN TINGKAT PERTAMA DI KABUPATEN/KOTA ".(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd